Tanggal Posting

July 2013
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Aktifitas


Kutipan Kultum Subuh

Materi ke-11 Kuliah 7 menit di TDP

Kalau Memang Tidak Mau, Selalu Ada Alasan; Kalau Keinginan Kuat, Selalu Ada Jalan

 

Pada tahun 630M bertepatan tahun 9H, ketika musim panas dengan suhu yang sampai pada titik yang sangat tinggi, Rasulullah saw.mewajibkan kaum muslimin yang tidak ada udzur syar’i untuk berangkat ke perbatasan Syam dalam rangka menghadapi pasukan Romawi (Bizantium).  Perjalanan dari Madinah ke Syam, selain perjalanan yang panjang juga sangat sukar ditempuh.  Perlu ada keuletan, persediaan bahan makanan dan air.  Bagaimana sikap kaum muslimin menyambut seruan ini.

 

Ada tiga golongan yang sikapnya berbeda dalam menghadapi seruan ini.

 

Golongan Pertama, mereka segera berbondong-bondong menyambut seruan Rasulullah.  Diantara mereka ada orang miskin yang tidak punya bekal, ada yang kaya yang mendermakan banyak kekayaannya, juga ada orang miskin yang mendermakan hartanya, walaupun hanya segantang (satu sha’) kurma

 

Golongan Kedua, umat Islam yang ragu-ragu antara berangkat dalam suasana yang sangat sulit, atau tetap tinggal.  Sebagian mereka akhirnya berangkat juga menyusul Rasulullah saw.setelah melihat semangat puluhan ribu umat Islam bergerak meninggalkan Madinah.  Abu Khaithama, yang awalnya tidak mau berangkat, setelah melihat suasana itu, ia menemui isterinya sambil berkata: “Rasulullah dalam terik matahari, angin dan udara panas, sedang Abu Khaithama di tempat yang teduh, sejuk dengan makanan dan wanita cantik diam di rumah. Sediakan perbekalanku, aku akan menyusul.” Ada juga diantara mereka yang tetap tidak ikut, namun setelah itu mereka menyesal dan bertaubat, mereka adalah Ka’ab bin Malik, Murarah bin Rabi’ dan Hilal bin Umayyah.

 

Golongan Ketiga adalah orang-orang munafiq, mereka mencari-cari alasan untuk tidak ikut memenuhi seruan Rasulullah.  Mereka bahkan mengejek umat Islam yang berusaha menta’ati seruan Rasul, juga menghalang-halangi dan melemahkan semangat umat Islam agar tidak berangkat.  Ada yang beralasan panas, ada yang beralasan konyol seperti takut terangsang kalau melihat wanita Romawi dll.

 

Rangkaian kisah menarik terkait peristiwa ini terekam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Hafiz al-Bazar dari Abu Hurairah, katanya: Rasulullah saw.telah bersabda: “Bersedekahlah kamu, sesungguhnya aku akan mengirimkan satu pasukan untuk pergi berperang (perang Tabuk), maka datanglah Abdurrahman bin Auf menghadap Rasulullah saw.lalu berkata: Ya Rasulullah, saya ada mempunyai 4 ribu dinar, yang dua ribu dinar (setara 8,5 kg) aku sedekahkan dan dua ribu dinar lagi untuk belanja rumah tanggaku.” Rasulullah saw.menjawab: ”Semoga Allah memberimu berkat atas pemberianmu itu, dan memberi berkat pula terhadap yang engkau tinggalkan.”  Kemudian datang lagi seorang dari kaum Ansar yang mempunyai dua sha’ kurma seraya berkata: “Ya Rasulullah, saya ada mempunyai dua sha’ kurma, yang satu sha’ aku sedekahkan dan satu sha’ lagi untuk keluargaku.”  Menyaksikan kejadian itu orang-orang munafiq mengejek seraya katanya: “Abdurrahman bin Auf hanya mau memberikan sedekahnya karena riya’ (pamer) saja.” Sedang kepada yang memberikan satu sha’ kurma, mereka mengejek dengan kata: “Allah dan Rasul tidak memerlukan yang satu sha’ ini.”

 

Sekelompok orang-orang munafiq ada yang berkata satu sama lain: “Jangan kalian berangkat perang dalam udara panas.”  Al-Jadd bin Qais – salah seorang Banu Salimah membuat alasan untuk tidak ikut berangkat, ia berkata kepada Rasulullah: “Ijinkanlah saya untuk tidak dibawa ke dalam ujian (fitnah) serupa ini. Masyarakat saya sudah cukup mengenal, bahwa tidak ada orang yang lebih mudah tertarik terhadap wanita seperti saya ini. Saya kuatir, bahwa kalau saya melihat wanita-wanita Bani Ashfar (bangsa Romawi), saya takkan dapat menahan diri.”

 

Demikian tiga sikap berbeda yang ditampakkan terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya.  Terlihat dengan jelas hanya orang-orang munafiq yang selalu ragu dan keberatan menerima hukum-hukum Allah dengan berbagai alasan yang dibuat-buat.  Sedangkan orang-orang mukmin senantiasa siap berjuang kapan pun Allah memintanya.  Seperti kata-kata bijak “Kalau Memang Tidak Mau, Selalu Ada Alasan; Kalau Keinginan Kuat, Selalu Ada Jalan”.

at-Taubah16*** Rujukan:

  • Sirah Nabawiyah bab Perang Tabuk
  • Tafsir QS At-Taubah

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>